Kamis, 30 Juni 2016

Seruuuuuuuuu, Bonus Perjalanan Doyam Seriam



Pernah dengar Doyam Seriam kan?
Sebagian orang dari luar daerah PASER pasti masih asing dengan nama itu sedangkan orang yang berdiam di daerah atau kabupaten paser pastilah tahu atau paling tidak sudah pernah mendengar atau membaca tulisan ini. Ya, iyalah wong tulisannya terpampang ditepi jalan menuju arah Tana Grogot (Ibu kota Kab. Paser), tepatnya di desa Modang termasuk kecamatan Long Ikis dan Kabupaten Paser. Disitu jelas terlihat diplang lumayan besar berukuran 2 x 1 meter dengan tinggi sekitar 3 Meter.
Doyam seriam adalah sebutan untuk lokasi ini, nama itu diambil dari bahasa penduduk setempat yang kira-kira artinya Doyam sebutan untuk air terjun atau air yang jatuh dari lokasi ketinggian (bukan pengertian hujan ya!!! wkwkwkwkwk) dan sedangkan Seriam merupakan nama dari aliran sungai batu atau riam. Jadilah nama lengkapnya Doyam Seriam oleh masyarakat setempat. Sedari dulu sampai sekarang aliran riam ini mengalir hingga ke pemukiman penduduk, dan dijadikan sumber air untuk masyarakat setempat.
Langsung aja kita masuk ke pokok yang mau saya gambarkan ya...jangan bertele-tele lagi seperti diatas..hehehehehe
Doyam Seriam termasuk salah satu Objek Wisata yang ada di Kabupaten Paser, Objek Wisata yang ditawarkan adalah Air Terjun. Air riamnya sangat bersih dan menyegarkan untuk therapy air menurutku, hehehe..Namun tak kalah adalah perjalanannya. SERUUUUUUUUUUUUU menurutku (lagi) dan teman-teman yang sudah pernah kesana, Seruuuunya kenapa? Ya sepanjang perjalanan kita disuguhi oleh bonus-bonus sepanjang perjalanan. PENASARAN ya???? Let’s Go kita cerita...
Kita mulai dari rute nya ya, kalo diambil rute dari arah Balikpapan atau tepatnya Penajam kira-kira menempuh perjalanan aspal alias jalan raya yang termasuk Jl. Provinsi (Transkalimantan) kurang lebih 2 jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan 60-70 km/jam. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan menguras bensin, tibalah kita di persimpangan sebelah kanan untuk menuju lokasi. Yah, di Desa Modang namanya, setelah di persimpangan kita masih harus menahan rasa penasaran karena dituliskan di Plang persimpangan sekitar 12 Km untuk bisa nyemplung dan menikmati air jatuh itu (hehehehe yah air terjun sudah biasa kita sebut maka ini saya sebut air jatuh biar dikit berbeda).
Jalur seterusnya kita masuk persimpangan dan mulailah kita menemukan bonus perjalanan pertama yaitu sepanjang 5 km kita disuguhi tanaman Elaeis Quineensis Jaqc yang notabene tanaman ini jarang ada di kota atau dengan nama kerennya Kelapa Sawit (biar lebih keren pake istilah Latin ya, hehehe bikin penasaran gitu). Kita melewati perkebunan-perkebunan kelapa sawit warga setempat, pertama kita melewati jalur sawit warga yang sudah produktif atau panen raya, kemudian adalagi kebun dengan tanaman baru yang diperkirakanlah baru memasuki 3 tahun masa perawatan, setelah habisnya perkebunan baru masuk lagi ke perkebunan yang sudah produktif lagi dan disana kita akan menemui persimpangan 3(masih dilokasi perkebunan) ambil sebelah kiri untuk jalur berikutnya, masih disuguhi oleh pemandangan luar biasa ini (Sekalian belajar dengan tanaman penghasil CPO ini, hehehehe) perjalanan diteruskan sekitar 20 menit tibalah di jalan yang lumayan keren, apa itu? Kita lanjut pada bonus kedua.
Setelah bonus pertama kita lalui (masih ada juga pemandangan serupa kita temui di rute berikutnya yaitu pohon penghasil CPO tadi) kita berhenti sejenak pada jalan berikutnya yaitu yang saya katakan Bonus perjalanan kedua, Taraaaaaaaaaaaaaaaaa, ya ini dia. Jalan memotong aliran sungai, kebayangkan? Jarang banget kita temui jalur seperti ini. jika air gak terlalu naik maka kita bisa melewatinya tanpa hambatan karena airnya yang mengalir itu sekitar betis orang dewasa. Beda halnya kalo debit airnya naik (akibat hujan di hulu sungainya) bisa-bisa gak mampu nyeberangin itu sungai. Tapi jarang ada yang terkendala selama ini untuk urusan yang satu ini karena emang jarang ada yang berani masuk ke lokasi ini jika musim hujan. Jika arah masuk lokasi untuk menyeberangi sungai jangan memotong diagonal tetapi ambil arah seperti setengah lingkaran karena memudahkan agar gak terperangkap air yang agak dalam ditengahnya. Tenang, aman aja saya katakan karena 2 kali saya menuju kesana. Hehehe itulah bonus kedua yang saya maksud (hehehehehehhe masih ada lagi bonus lainnya). Langsung aja ke bonus berikutnya. Let’s goooooooo, Cekidotttttttt.
Setelah melewati jalur berair itu kita masuk lagi ke Bonus berikutnya, apa ituuuuuuuuu ? ini diaaaaaa....ya, berikutnya kita akan melewati sebuah rumah pekerja yang kira-kira karyawan pemilik kebun sepertinya. Nah, mulai kita pada tantangan (Bonus) berikutnya yang mana jalan menanjak lumayan tinggi. Eitttssss, bukan itu saja. Jalannya yang setapak menanjak dengan batu kerikil yang seakan menyapa keluar dari tanah (bisa menyebabkan kepleset jika tidak hati-hati) dan juga jalan berlobang besar ditengah-tengah jalan yang lumayan menghambat juga menurutku (sarannya jika boncengan turun aja yang dibonceng biar pengemudi gak keberatan). Kecuraman perkiraanku 45 derajat (perhitungan kasat mata alias tembak mata alias perkiraan saja yaaaaaaa, hehehe). Jika mampu menaklukan bonus ini anggap saja sebagai pemanasan, hehehehe. Sedikit ke puncak pertama ini kita menemui jalan datar sedikit saja dan kita lewati lagi pondok kecil ditepi jalan. Kita lanjut ya ke rute berikutnya...
Pemanasan sudah kita jalan, kita mendapat jalan dikit rata (masih setapak yang tepi kananya adalah jurang tapi aman soalnya ada pembatas jalan alaminya). Nah, barulah kita masuk pada bonus berikutnya (bonus ke empat), tanjakkan kedua yang saya anggap ini lebih seru dari tanjakkan pertama karena agak panjang tanjakannya (hampir sama dengan tanjakkan pertama kondisi jalannya). Disini ada bonus saat kita ke puncaknya, kira-kira apa? Ayo tebak. Yah, saat dipuncak kita akan melihat pemandangan terbuka kearah bawah, terlihat hamparan dataran rendah hampir setengah daerah paser. Tentunya bisa dijadikan tempat selfie-selfie an jika hoby begituan (biasanya teman-teman cewek yang gak mau lewatin momen, wkwkwkwkwk) dan bagi yang kecapean bisa rehat sejenak di puncak kedua ini karena setelah meneguk air, udara sepoi (agak panas matahari langsung soalnya), dan pemandangan lumayan untuk refresh setelah lelah mencapai puncak belum lagi ditambah pose-pose selfie teman-teman bisa bikin kita senyam senyum sendiri (bisa-bisa ikut selfie lho kita, hehehe). Gimana, masih penasaran dengan bonus berikutnya???? Hayooooooooo.......
Kebayangkah kira-kira keseruannya? Jika ada kesempatan lagi saya mau lho kesana. Bonus itu yang bikin kita pengen lagi kesana karena petualangannya. Yah, lanjut lagi kita, setelah bonus ditanjakan kedua kita menemui jalan yang membuat semakin betah jika belum sampai tujuan. Ya, jalan lumayan bagus dan keras tanahnya. Eitsss harus tetap hati-hati karena jalannya masih sedikit ekstrim. Apa itu? Ya jalan yang sebelah kanan adalah jurang curam yang dibawahnya ada sebagian lahan baru dibuka sepertinya untuk perkebunan warga. Nah, meskipun agak kurang tantangan tapi jalanan ini masih mempunyai pesona lho. Yah, kita masih bisa menemui pepohonan yang menjulang tinggi (meski ada yang tinggal ranting tapi ada juga yang masih tegap berdiri menghijau tinggi seolah pelindung tanaman kecil dibawahnya). Dan, jika harimu berkunjung adalah Lucky day mu maka kamu akan disuguhi pemandangan langka yaitu kita akan melihat burung-burung Enggang Paruh Putih terbang berpasang-pasangan atau bertengger dipepohonan tinggi yang tersisa (siapa yang mampu membayar pemandangan alam liar langsung, coba?) atau akan ada melihat sejenis primata berjenis monyet abu-abu berekor panjang bertengger dan ribut khas monyet yang rempong seolah mengejek kita. Kebayang bukan keseruannya. Tapi rute ini masih menyimpan keseruannya lagi. Ya, jalan yang banyak turun naik (bukan tanjakan tinggi seperti bonus sebelumnya) tergolong masih mampu untuk dinaiki boncengan tetapi jangan ngebut seperti trayek aspal ya karena disekitar kiri-kanan jalan ada tumbuhan semak belukar berduri tajam, jika tidak hati-hati bisa menyulitkan perjalanan (karena bisa luka-luka kecil). Masih kebayang serunya? Dan masih ada lagi yang perlu ditaklukan yaitu turunan terakhir sebagai bonus ini. jika nyali cukup memacu adrenalin yang boncengan maka dapat menuruni turunan ini dengan berhati-hati sebelum sampai pada Bonus berikutnya. Setlah berhasil menuruninya kita akan menemui sebuah pondok sepertinya kepunyaan orang-orang yang melakukan Logging pada lokasi milik pribadi. Kita bisa berhenti disitu untuk sejenak atau menunggu rekan-rekan dibelakang kita. Masih penasaran????.
Setelah menuruni turunan agak curam itu masih ada bonus lain lagi lho, yang ini sepertinya lebih “menyenangkan” bukan “menyengsarakan” hehehehehe. Are you ready??? Yeahhhhhh, go a head...yah, jika cuaca memungkinkan atau kering (tidak hujan/becek) saya sarankan untuk menggunakan kendaraan untuk rute berikut ini. kami pernah mencoba berjalan kaki tapi serunya gak ketulungan sangat menyemangati dan bikin makin cantik atau ganteng hehehehe (fisik harus siap bro). Tapi jika boncengan sebaiknya seperti tanjakan sebelum-sebelunya untuk beberapa medan harap turun saja dulu nanti setelah itu baru naik lagi. Kita mulai keseruan Bonus lainnya, yah ini tanjakan terakhir. Otomatis seru menurut saya karena apa? Karena saya merasa paling cakep (wkwkwkwkwk didekat saya cewek semua waktu itu hihihihihihihi yang cowok berjuang mengendarai motornya wkwkwkwkwk). Jalan yang sedikit menantang itu kiralah 20 meteran dari start tanjakan (gak usah diutarakan karena 11-12 dengan rute tanjakan berikutnya, bayangkan sambil menerawang menutup mata tentang keseruannya). Jalan 20 meteran sudah aman? Nah, barulah kita dapat mengendarai kendaraan karena rute berikut ini sudah bisa sampai ke tempat penyimpanan kendaraan. Sepertinya aman saja ya rute ini? ya begitulah karena kendaraan dengan sedikit aman bisa lanjuttttttt. Eittsssss belum jelas lho bonus ini, iya kan? Yuuuuuriiiikkkeeeeeee (plesetan english meeeeennnn) heeeee. Sepanjang perjalanan bonus ini sekitar 1 Km kita akan berkendara menaiki tanjakan yang aman saja karena bukaan jalan agak lebar meski sedikit berlobang dan kerikil kecil yang berserakan di jalan, jika kurang hati-hati akan menyusahkan nantinya. Sepanjang tanjakan ini kita akan disuguhi tebing disebelah kanan yang sekilas batu-batu lunak yg hitam (kata sebagian orang itu pertanda adanya Batubara entah benar apa gak saya kurang tau, hehehehe) dan tanaman alam yang masih hijau atau berwarna warni yang menambah pesona tanjakan ini. setali tiga uang kita juga akan merasakan keasrian dan suasana yang lenggang seakan terapi pikiran (lebay dikitlah) terlebih dari itu sepanjang jalur dakian ini kita akan disajikan Oksigen oleh tumbuhan-tumbuhan disekitar perjalanan sebagai ucapan selamat datang kepada kita. Dan diseparuh tanjakan 1 Km ini kita akan menemui sebuah gerbang yang dibuat oleh Pemda Paser sebagai penanda bahwa kawasan ini termasuk kawasan keanekaragaman Hayati Pemda Paser. sempatkanlah untuk berfoto disini karena lokasinya yang jarang kita temui dan penanda bahwa kita juga pernah berkunjung disini (menurut saya ya...wkwkwkwkkwk). saya rasa lokasi ini masih bisa dikategorikan Plasma Nutfah untuk kawasan Cagar alam di daerah Paser (pendapat saya lagi). Setelah melintasi gerbang tersebut sekitar 10 menitan sampailah kita pada tempat untuk memarkirkan kendaraan kita karena lokasinya sudah agak datar (puncak yang sudah kita taklukan). Ada tempat peristirahatan bangunan berupa pos pemberhentian. Disini sudah terdengar suara air yang makin menggoda untuk secepatnya sampai ke tujuan. Yihaaaaaaaaaa, ayooooo teman-teman airnya sudah terdengar seakan mengajak ayooooo-ayoooooo kemari, hehehehehehhe. Tapi tak lengkap rasanya jika ke lokasi tujuan jika kita tidak barengan dengan rombongan jika kita berpergian rombongan, lain halnya jika kita pergi bukan rombongan karena sensasi keseruan akan terasa jika kita bisa nikmati bersama-sama. Ayo kita kemon tinggal sedikit lagi,....
Apa yang kalian pikirkan jika sudah mendengar sapaan air terjun yang mau kita tuju? Buru-buru mau nyampai lokasi bukan? Hehehehehe iya, begitu juga yang saya rasakan. Ini bonus perjalanan lagi lho. Cekidot, ya sebelum mencapai spot tujuan kita masih harus berjalan kaki ke bawah untuk mencapai lokasi. Pasti, rekan-rekan mikir ya mau turun kebawah trabas tebing? Anda salah besar bahkan anda sangat salah, hehehe. Saat menuruni lokasi kita sudah mendapat jalur yang sudah difasilitasi pemda setempat (Aplause untuk kepedulian Pemda (tepuk tangan) hehehehe) karena sepanjang jalur turun kebawah sudah membuat kita makin semangat. Ada jalan cor semen sepanjang 30 meter difasilitasi pegangan besi sepanjang jalan cor semen itu ditengah jalan yang memudahkan kita untuk turun dan juga ada 2 pos peristirahatan sepanjang perjalanan semen itu masing-masing berjarak 10 meter . Turunan semennya gak terlalu melelahkan bahkan menyenangkan karena ada pegangan dan pijakan yg aman plus suara air yang begitu menggoda. Sesampai pada penghujung semen kita masih belum mencapai spot tujuan karena kita harus lebih semangat lagi menuruni tangga kayu yang juga merupakan paket Fasilitas yang disediakan Pemda. Kita harus menuruni anak tangga dengan kiri kanan ada pegangan besi bulat (seperti selang besi) yang sudah dirancang untuk pegangan. Sudah aman, ya barang tentu aman jika kita berhati-hati lain halnya jika kita sembrono bisa-bisa berguling-guling seperti batu yang dilempar ke jurang (sadis amat ya, gak juga sih Cuma penulis mau menyampaikan pesannya untuk berhati-hati). Anak tangga kayu yang kita turuni lumayan panjang ada kira-kira 100an lebih tuh (ini masih kira-kira karena saya belum sempat menghitung anak tangga itu akibat surprise/takjub yang ditunjukan oleh alam kita ini) dengan semangat dan rayuan air nya kita pasti sangat terpacu untuk segera sampai di lokasi. Dengan jiwa itu, yahhhhh sampailah kita pada tujuan kita air terjun Doyam Seriam....Yihaaaaa, cihhhuuuyyyyyyyyy sampai kitaaaaaaaaaaaaa. Tentunya surprise ini menjadi jadilah menurut saya, air jernih bergemuruh terjun dari atas batu.


Sesampai disitu seperti telah disediakan tempat untuk meletakkan perkakas bawaan, ada sebuah pohon rindang tepat di dekat genangan atau kawah air terjunya. Rindang dan menambah daya tariknya air jatuh alias air terjun ini. setelah semua sudah siap untuk berenang dikawah air itu persilahkanlah anda mengeksplore kesenangan ini...hehehehe...Tuhan, menciptakan keindahan yang tak dibatasinya. Kira-kira beginilah sepintas atau gambaran perjalanan menuju Objek Wisata Paser ini. Jika anda hanya sebatas membaca maka anda akan merasa sangat kurang berutung belum mencapai perjalanan yang banyak sekali Bonus-bonus yang kita dapat. Mari kita tapaki jejak alam yang indah-indah ini jangan pernah bosan untuk menjambangi kehebatan ciptaanNya.

Ketinggalan : Satulagi Catatan keras atau himbauan keras saya jangan meninggalkan sampah saat berkunjung kesana bawa kembali sampah anda pada pembuangan yang sudah disediakan. Alam tidak bisa bicara tetapi alam bisa menangis dan murka pada kita.

Salam Lestari,
Salam Rimba,

13 Maret 2016

Dari : Dan Marx (Jejak Setapak)
Bersama: mandala Prawira Negara dan teman-teman dari Balikpapan (bertemu saat ketujuan yang sama)