Pernah dengar Doyam Seriam kan?
Sebagian
orang dari luar daerah PASER pasti masih asing dengan nama itu sedangkan orang
yang berdiam di daerah atau kabupaten paser pastilah tahu atau paling tidak
sudah pernah mendengar atau membaca tulisan ini. Ya, iyalah wong tulisannya
terpampang ditepi jalan menuju arah Tana Grogot (Ibu kota Kab. Paser), tepatnya
di desa Modang termasuk kecamatan Long Ikis dan Kabupaten Paser. Disitu jelas
terlihat diplang lumayan besar berukuran 2 x 1 meter dengan tinggi sekitar 3
Meter.
Doyam
seriam adalah sebutan untuk lokasi ini, nama itu diambil dari bahasa penduduk
setempat yang kira-kira artinya Doyam
sebutan untuk air terjun atau air yang jatuh dari lokasi ketinggian (bukan
pengertian hujan ya!!! wkwkwkwkwk) dan sedangkan Seriam merupakan nama dari aliran sungai batu atau riam. Jadilah
nama lengkapnya Doyam Seriam oleh
masyarakat setempat. Sedari dulu sampai sekarang aliran riam ini mengalir
hingga ke pemukiman penduduk, dan dijadikan sumber air untuk masyarakat
setempat.
Langsung aja
kita masuk ke pokok yang mau saya gambarkan ya...jangan bertele-tele lagi
seperti diatas..hehehehehe
Doyam
Seriam termasuk salah satu Objek Wisata yang ada di Kabupaten Paser, Objek
Wisata yang ditawarkan adalah Air Terjun. Air riamnya sangat bersih dan menyegarkan
untuk therapy air menurutku, hehehe..Namun tak kalah adalah perjalanannya. SERUUUUUUUUUUUUU
menurutku (lagi) dan teman-teman yang sudah pernah kesana, Seruuuunya kenapa? Ya
sepanjang perjalanan kita disuguhi oleh bonus-bonus
sepanjang perjalanan. PENASARAN ya???? Let’s Go kita cerita...
Kita
mulai dari rute nya ya, kalo diambil rute dari arah Balikpapan atau tepatnya
Penajam kira-kira menempuh perjalanan aspal alias jalan raya yang termasuk Jl.
Provinsi (Transkalimantan) kurang lebih 2 jam perjalanan dengan rata-rata
kecepatan 60-70 km/jam. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan menguras
bensin, tibalah kita di persimpangan sebelah kanan untuk menuju lokasi. Yah, di
Desa Modang namanya, setelah di persimpangan kita masih harus menahan rasa
penasaran karena dituliskan di Plang persimpangan sekitar 12 Km untuk bisa
nyemplung dan menikmati air jatuh itu (hehehehe yah air terjun sudah biasa kita
sebut maka ini saya sebut air jatuh biar dikit berbeda).
Jalur
seterusnya kita masuk persimpangan dan mulailah kita menemukan bonus perjalanan
pertama yaitu sepanjang 5 km kita disuguhi tanaman Elaeis Quineensis Jaqc yang
notabene tanaman ini jarang ada di kota atau dengan nama kerennya Kelapa Sawit
(biar lebih keren pake istilah Latin ya, hehehe bikin penasaran gitu). Kita
melewati perkebunan-perkebunan kelapa sawit warga setempat, pertama kita
melewati jalur sawit warga yang sudah produktif atau panen raya, kemudian
adalagi kebun dengan tanaman baru yang diperkirakanlah baru memasuki 3 tahun
masa perawatan, setelah habisnya perkebunan baru masuk lagi ke perkebunan yang
sudah produktif lagi dan disana kita akan menemui persimpangan 3(masih dilokasi
perkebunan) ambil sebelah kiri untuk jalur berikutnya, masih disuguhi oleh
pemandangan luar biasa ini (Sekalian belajar dengan tanaman penghasil CPO ini,
hehehehe) perjalanan diteruskan sekitar 20 menit tibalah di jalan yang lumayan
keren, apa itu? Kita lanjut pada bonus kedua.
Setelah
bonus pertama kita lalui (masih ada juga pemandangan serupa kita temui di rute
berikutnya yaitu pohon penghasil CPO tadi) kita berhenti sejenak pada jalan
berikutnya yaitu yang saya katakan Bonus perjalanan kedua, Taraaaaaaaaaaaaaaaaa, ya ini dia. Jalan
memotong aliran sungai, kebayangkan? Jarang banget kita temui jalur seperti
ini. jika air gak terlalu naik maka kita bisa melewatinya tanpa hambatan karena
airnya yang mengalir itu sekitar betis orang dewasa. Beda halnya kalo debit airnya
naik (akibat hujan di hulu sungainya) bisa-bisa gak mampu nyeberangin itu
sungai. Tapi jarang ada yang terkendala selama ini untuk urusan yang satu ini
karena emang jarang ada yang berani masuk ke lokasi ini jika musim hujan. Jika
arah masuk lokasi untuk menyeberangi sungai jangan memotong diagonal tetapi
ambil arah seperti setengah lingkaran karena memudahkan agar gak terperangkap
air yang agak dalam ditengahnya. Tenang, aman aja saya katakan karena 2 kali
saya menuju kesana. Hehehe itulah bonus kedua yang saya maksud (hehehehehehhe
masih ada lagi bonus lainnya). Langsung aja ke bonus berikutnya. Let’s
goooooooo, Cekidotttttttt.
Setelah
melewati jalur berair itu kita masuk lagi ke Bonus berikutnya, apa
ituuuuuuuuu ? ini diaaaaaa....ya, berikutnya kita akan melewati sebuah
rumah pekerja yang kira-kira karyawan pemilik kebun sepertinya. Nah, mulai kita
pada tantangan (Bonus) berikutnya yang mana jalan menanjak lumayan tinggi.
Eitttssss, bukan itu saja. Jalannya yang setapak menanjak dengan batu kerikil
yang seakan menyapa keluar dari tanah (bisa menyebabkan kepleset jika tidak
hati-hati) dan juga jalan berlobang besar ditengah-tengah jalan yang lumayan menghambat
juga menurutku (sarannya jika boncengan turun aja yang dibonceng biar pengemudi
gak keberatan). Kecuraman perkiraanku 45 derajat (perhitungan kasat mata alias
tembak mata alias perkiraan saja yaaaaaaa, hehehe). Jika mampu menaklukan bonus
ini anggap saja sebagai pemanasan, hehehehe. Sedikit ke puncak pertama ini kita
menemui jalan datar sedikit saja dan kita lewati lagi pondok kecil ditepi
jalan. Kita lanjut ya ke rute berikutnya...
Pemanasan
sudah kita jalan, kita mendapat jalan dikit rata (masih setapak yang tepi
kananya adalah jurang tapi aman soalnya ada pembatas jalan alaminya). Nah,
barulah kita masuk pada bonus berikutnya (bonus ke empat), tanjakkan kedua yang
saya anggap ini lebih seru dari tanjakkan pertama karena agak panjang
tanjakannya (hampir sama dengan tanjakkan pertama kondisi jalannya). Disini ada
bonus saat kita ke puncaknya,
kira-kira apa? Ayo tebak. Yah, saat dipuncak kita akan melihat pemandangan
terbuka kearah bawah, terlihat hamparan dataran rendah hampir setengah daerah
paser. Tentunya bisa dijadikan tempat selfie-selfie an jika hoby begituan
(biasanya teman-teman cewek yang gak mau lewatin momen, wkwkwkwkwk) dan bagi
yang kecapean bisa rehat sejenak di puncak kedua ini karena setelah meneguk
air, udara sepoi (agak panas matahari langsung soalnya), dan pemandangan
lumayan untuk refresh setelah lelah mencapai puncak belum lagi ditambah
pose-pose selfie teman-teman bisa bikin kita senyam senyum sendiri (bisa-bisa
ikut selfie lho kita, hehehe). Gimana, masih penasaran dengan bonus
berikutnya???? Hayooooooooo.......
Kebayangkah
kira-kira keseruannya? Jika ada kesempatan lagi saya mau lho kesana. Bonus itu
yang bikin kita pengen lagi kesana karena petualangannya. Yah, lanjut lagi
kita, setelah bonus ditanjakan kedua kita menemui jalan yang membuat semakin
betah jika belum sampai tujuan. Ya, jalan lumayan bagus dan keras tanahnya.
Eitsss harus tetap hati-hati karena jalannya masih sedikit ekstrim. Apa itu? Ya
jalan yang sebelah kanan adalah jurang curam yang dibawahnya ada sebagian lahan
baru dibuka sepertinya untuk perkebunan warga. Nah, meskipun agak kurang
tantangan tapi jalanan ini masih mempunyai pesona lho. Yah, kita masih bisa
menemui pepohonan yang menjulang tinggi (meski ada yang tinggal ranting tapi
ada juga yang masih tegap berdiri menghijau tinggi seolah pelindung tanaman
kecil dibawahnya). Dan, jika harimu berkunjung adalah Lucky day
mu maka kamu akan disuguhi pemandangan langka yaitu kita akan melihat
burung-burung Enggang Paruh Putih terbang berpasang-pasangan atau bertengger
dipepohonan tinggi yang tersisa (siapa yang mampu membayar pemandangan alam
liar langsung, coba?) atau akan ada melihat sejenis primata berjenis monyet
abu-abu berekor panjang bertengger dan ribut khas monyet yang rempong seolah
mengejek kita. Kebayang bukan keseruannya. Tapi rute ini masih menyimpan
keseruannya lagi. Ya, jalan yang banyak turun naik (bukan tanjakan tinggi
seperti bonus sebelumnya) tergolong masih mampu untuk dinaiki boncengan tetapi
jangan ngebut seperti trayek aspal ya karena disekitar kiri-kanan jalan ada
tumbuhan semak belukar berduri tajam, jika tidak hati-hati bisa menyulitkan perjalanan
(karena bisa luka-luka kecil). Masih kebayang serunya? Dan masih ada lagi yang
perlu ditaklukan yaitu turunan terakhir sebagai bonus ini. jika nyali cukup
memacu adrenalin yang boncengan maka dapat menuruni turunan ini dengan
berhati-hati sebelum sampai pada Bonus berikutnya. Setlah berhasil menuruninya
kita akan menemui sebuah pondok sepertinya kepunyaan orang-orang yang melakukan
Logging pada lokasi milik pribadi. Kita bisa berhenti disitu untuk sejenak atau
menunggu rekan-rekan dibelakang kita. Masih penasaran????.
Setelah
menuruni turunan agak curam itu masih ada bonus lain lagi lho, yang ini
sepertinya lebih “menyenangkan” bukan “menyengsarakan” hehehehehe. Are you
ready??? Yeahhhhhh, go a head...yah, jika cuaca memungkinkan atau kering (tidak
hujan/becek) saya sarankan untuk menggunakan kendaraan untuk rute berikut ini.
kami pernah mencoba berjalan kaki tapi serunya gak ketulungan sangat
menyemangati dan bikin makin cantik atau ganteng hehehehe (fisik harus siap
bro). Tapi jika boncengan sebaiknya seperti tanjakan sebelum-sebelunya untuk
beberapa medan harap turun saja dulu nanti setelah itu baru naik lagi. Kita
mulai keseruan Bonus lainnya, yah ini tanjakan terakhir. Otomatis seru menurut
saya karena apa? Karena saya merasa paling cakep (wkwkwkwkwk didekat saya cewek
semua waktu itu hihihihihihihi yang cowok berjuang mengendarai motornya
wkwkwkwkwk). Jalan yang sedikit menantang itu kiralah 20 meteran dari start
tanjakan (gak usah diutarakan karena 11-12 dengan rute tanjakan berikutnya,
bayangkan sambil menerawang menutup mata tentang keseruannya). Jalan 20 meteran
sudah aman? Nah, barulah kita dapat mengendarai kendaraan karena rute berikut
ini sudah bisa sampai ke tempat penyimpanan kendaraan. Sepertinya aman saja ya
rute ini? ya begitulah karena kendaraan dengan sedikit aman bisa lanjuttttttt.
Eittsssss belum jelas lho bonus ini, iya kan? Yuuuuuriiiikkkeeeeeee (plesetan
english meeeeennnn) heeeee. Sepanjang perjalanan bonus ini sekitar 1 Km kita
akan berkendara menaiki tanjakan yang aman saja karena bukaan jalan agak lebar
meski sedikit berlobang dan kerikil kecil yang berserakan di jalan, jika kurang
hati-hati akan menyusahkan nantinya. Sepanjang tanjakan ini kita akan disuguhi
tebing disebelah kanan yang sekilas batu-batu lunak yg hitam (kata sebagian
orang itu pertanda adanya Batubara entah benar apa gak saya kurang tau,
hehehehe) dan tanaman alam yang masih hijau atau berwarna warni yang menambah
pesona tanjakan ini. setali tiga uang kita juga akan merasakan keasrian dan
suasana yang lenggang seakan terapi pikiran (lebay dikitlah) terlebih dari itu
sepanjang jalur dakian ini kita akan disajikan Oksigen oleh tumbuhan-tumbuhan
disekitar perjalanan sebagai ucapan selamat datang kepada kita. Dan diseparuh
tanjakan 1 Km ini kita akan menemui sebuah gerbang yang dibuat oleh Pemda Paser
sebagai penanda bahwa kawasan ini termasuk kawasan keanekaragaman Hayati Pemda Paser.
sempatkanlah untuk berfoto disini karena lokasinya yang jarang kita temui dan
penanda bahwa kita juga pernah berkunjung disini (menurut saya
ya...wkwkwkwkkwk). saya rasa lokasi ini masih bisa dikategorikan Plasma Nutfah
untuk kawasan Cagar alam di daerah Paser (pendapat saya lagi). Setelah
melintasi gerbang tersebut sekitar 10 menitan sampailah kita pada tempat untuk
memarkirkan kendaraan kita karena lokasinya sudah agak datar (puncak yang sudah
kita taklukan). Ada tempat peristirahatan bangunan berupa pos pemberhentian.
Disini sudah terdengar suara air yang makin menggoda untuk secepatnya sampai ke
tujuan. Yihaaaaaaaaaa, ayooooo teman-teman airnya sudah terdengar seakan
mengajak ayooooo-ayoooooo kemari, hehehehehehhe. Tapi tak lengkap rasanya jika
ke lokasi tujuan jika kita tidak barengan dengan rombongan jika kita berpergian
rombongan, lain halnya jika kita pergi bukan rombongan karena sensasi keseruan
akan terasa jika kita bisa nikmati bersama-sama. Ayo kita kemon tinggal sedikit
lagi,....
Apa
yang kalian pikirkan jika sudah mendengar sapaan air terjun yang mau kita tuju?
Buru-buru mau nyampai lokasi bukan? Hehehehehe iya, begitu juga yang saya
rasakan. Ini bonus perjalanan lagi lho. Cekidot, ya sebelum mencapai spot
tujuan kita masih harus berjalan kaki ke bawah untuk mencapai lokasi. Pasti,
rekan-rekan mikir ya mau turun kebawah trabas tebing? Anda salah besar bahkan
anda sangat salah, hehehe. Saat menuruni lokasi kita sudah mendapat jalur yang
sudah difasilitasi pemda setempat (Aplause untuk kepedulian Pemda (tepuk
tangan) hehehehe) karena sepanjang jalur turun kebawah sudah membuat
kita makin semangat. Ada jalan cor semen sepanjang 30 meter difasilitasi
pegangan besi sepanjang jalan cor semen itu ditengah jalan yang memudahkan kita
untuk turun dan juga ada 2 pos peristirahatan sepanjang perjalanan semen itu
masing-masing berjarak 10 meter . Turunan semennya gak terlalu melelahkan
bahkan menyenangkan karena ada pegangan dan pijakan yg aman plus suara air yang
begitu menggoda. Sesampai pada penghujung semen kita masih belum mencapai spot
tujuan karena kita harus lebih semangat lagi menuruni tangga kayu yang juga
merupakan paket Fasilitas yang disediakan Pemda. Kita harus menuruni anak
tangga dengan kiri kanan ada pegangan besi bulat (seperti selang besi) yang
sudah dirancang untuk pegangan. Sudah aman, ya barang tentu aman jika kita
berhati-hati lain halnya jika kita sembrono bisa-bisa berguling-guling seperti
batu yang dilempar ke jurang (sadis amat ya, gak juga sih Cuma penulis mau
menyampaikan pesannya untuk berhati-hati). Anak tangga kayu yang kita turuni
lumayan panjang ada kira-kira 100an lebih tuh (ini masih kira-kira karena saya
belum sempat menghitung anak tangga itu akibat surprise/takjub yang ditunjukan
oleh alam kita ini) dengan semangat dan rayuan air nya kita pasti sangat
terpacu untuk segera sampai di lokasi. Dengan jiwa itu, yahhhhh sampailah kita
pada tujuan kita air terjun Doyam Seriam....Yihaaaaa, cihhhuuuyyyyyyyyy sampai
kitaaaaaaaaaaaaa. Tentunya surprise ini menjadi jadilah menurut saya, air
jernih bergemuruh terjun dari atas batu.
Sesampai
disitu seperti telah disediakan tempat untuk meletakkan perkakas bawaan, ada
sebuah pohon rindang tepat di dekat genangan atau kawah air terjunya. Rindang
dan menambah daya tariknya air jatuh alias air terjun ini. setelah semua sudah
siap untuk berenang dikawah air itu persilahkanlah anda mengeksplore kesenangan
ini...hehehehe...Tuhan, menciptakan keindahan yang tak dibatasinya. Kira-kira
beginilah sepintas atau gambaran perjalanan menuju Objek Wisata Paser ini. Jika
anda hanya sebatas membaca maka anda akan merasa sangat kurang berutung belum
mencapai perjalanan yang banyak sekali Bonus-bonus yang kita dapat. Mari kita
tapaki jejak alam yang indah-indah ini jangan pernah bosan untuk menjambangi
kehebatan ciptaanNya.
Ketinggalan :
Satulagi Catatan keras atau himbauan keras saya jangan meninggalkan sampah saat
berkunjung kesana bawa kembali sampah anda pada pembuangan yang sudah
disediakan. Alam tidak bisa bicara tetapi alam bisa menangis dan murka pada
kita.
Salam Lestari,
Salam Rimba,
13 Maret 2016
Dari : Dan Marx
(Jejak Setapak)
Bersama: mandala
Prawira Negara dan teman-teman dari Balikpapan (bertemu saat ketujuan yang
sama)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar