Senin, 03 Oktober 2016

Kepulauan Derawan : Destinasi wisata yang Luar biasa dan Unik



Ke Derawan yuk? Asik Bener lhoooo, murah lagi (ala kami).........
 
Gerbang selamat datang di pulau Derawan
   Mungkin nama Derawan sudah sangat tidak asing lagi untuk dunia travelling. Ya, Derawan sekarang sudah menjadi destinasi wisata Dunia. Disana menyajikan spot-spot untuk snorkling ataupun Diving bagi para hobiis menyelam. Sajian karang tak kalah dengan spot-pot penyelaman dibagian Indonesia Timur yang sudah terkenal terlebih dulu, begitu juga variasi fauna laut yang ditawarkan bisa membuat kita enggan untuk pulang jika sudah nyemplung ke lautnya. Bayangkan kita bisa menemui ikan Pari manta, Hiu paus, atau juga Penyu Hijau. Untuk penyu hijau bahkan berbagi tempat dengan penduduk pulau khususnya di pulau Derawan itu sendiri, diujung pemukiman penduduk ada tempat yang dijadikan persinggahan para penyu untuk menitipkan telur agar “dijaga” penduduk.
   Selain biota bawah laut yang membuat takjub di kepulauan ini juga banyak sekali tempat-tempat indah untuk dikunjungi. Saya aja belum puas mengunjunginya dan suatu hari nanti saya akan kembali lagi di kepulauan ini. Kepulauan ini sangat rekomended untuk para traveller yang belum puas menemukan surga-surga di dunia dan tentunya mungkin sebagian orang akan menemukan kotak bahagianya jika mengunjungi tempat ini. saya bagi sedikit info tentang ketakjuban saya dengan sajian keindahan kepulauan ini yang tak salah juga di jadikan destinasi wisata yang wajib di kunjungi. 
Let’s gooooooooo kita cerita...
  
Perjalanan menggunakan Speed dari Dermaga Tj. Batu ke Derawan
Sewaktu berkunjung ke Derawan kami memulai start di Balikpapan, nah via Balikpapan saya bersama sohib “menggila” bareng kalo travelling bernama Albert. Kami berdua terbang dengan pesawat Sriwijaya dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang dulu kita kenal dengan Bandara Sepinggan ke Bandara Kalimarau di Tanjung Rejeb Kabupaten Berau, dengan harga tiket pesawat  kala itu seharga Rp 448.000,- (gak nyampe 500 ribu, hehehe). Dari bandara Kalimarau jika memungkinkan untuk terus lanjut ke dermaga penyeberangan pulau Derawan di daerah Tanjung Batu, dengan perjalanan travel yang memang banyak tersedia dan bersedia mengantar ke dermaga (dengan catatan kita harus booking dulu untuk penjemputan di bandara agar lebih memudahkan) kebetulan saya mempunyai rekan E. Perwose yang sudah pernah Backpackeran ke sana jadi saya di kasi no telpon supir travel dan saya booking travel ke beliau saja dengan merogoh kocek Rp 100.000,-. Bisa lebih murah lagi harganya tergantung nego dan kebetulan kami berangkat pada saat liburan Idul Fitri 1437 H ditambah libur panjang anak sekolah jadi termasuk High session, jika bukan hari libur biayanya sekitar Rp 75.000,- (ini no nya bisa dihubungi, silahkan saja 0821588662886/lupa namanya). Setelah menempuh perjalanan normal 2,5 jam sampailah ke Dermaga Tanjung Batu, sesampainya disana saya bernegosiasi dengan para speeders  yang memang berlabuh disana untuk menyeberang ke pulau Derawan, hasil negosiasi saya jadilah satu orang Rp 75.000,- (mendapat informasi dari driver bahwa harga normal emang segitu jadi coba nego jika mereka tawarkan harga lebih), dengan lama diatas speed  ± 25 menitan (pas nya lupa cz keasikan takjub dengan indahnya laut biru jadi gak sempet lirik jam tangan, hehehhee). Setelah disuguhi oleh pemandangan air aut yang membiru sampailah kita di dermaga tujuan kita yaitu dermaga Pulau DERAWAN. 
  
Di dermaga pulau Derawan
Baru saja turun dari Speed boat kita udah disuguhi pemandangan karang yang ada disekitar bawah dermaga, berhubung arus bawah laut gak terlalu kuat jadi ikan-ikan kecil berenang diseputaran karang nampak jelas (Gak sabaran mau snorkling rasanya). Setibanya disana kami beraksi mencari informasi untuk penginapan, semua penginapan atau resort pantai laut sudah penuh, jadilah kami membidik Homestay rumah warga (sebenarnya emang tujuan utamanya mau nginap di Homestay cz liburan ala backpacker, wkwkwkwkwk). Dapatlah Homestay dirumah warga dengan harga Rp. 200.000,- tapi karena insting liburan “ngegembel” berkat jago negosiasi jadilah Rp. 150.000,- tarifnya semalam (bukan jago nego tapi efek liburan murah ala Backpacker, hehehehe).  Selama dua hari dua malam di Derawan, setengah hari pertama kami berpuas ria mengelilingi pulau derawan yang penduduknya ramah-ramah. Tentunya untuk lebih menambah nuansa liburan pantai berkeliling pulau kita bisa sewa sepeda,  jam dihargai Rp. 20.000,- (mirip-mirip di bali atau lombok, hehehehe). Berhubung bermodal sok akrab, pemilik penyewaan kami lobi jadi sekali sewa cuma bayar tarif reguler tapi kami pakai seharian sepedanya untuk akses keliling (modalnya sok akrab aja itu tips nya). Ouh ya, ada cerita kami dimalam pertama di pulau, karena kami backpackeran tidak ikut travel agen maka kami harus mencari speed sendiri untuk mengelilingi gugusan pulau lain esok harinya yang juga andalan yaitu Pulau Maratua, Kakaban, dan Sangalaki (karena berdua kami sedikit keberatan untuk sewa speed boat yang kami anggap mahal dikantong, Rp 1.500.000,- speed boat kecil dengan muatan 4-5 org dan Rp 3.000.000,- speed boat muatan 10-11 orang. Mahal kan jika untuk berdua saja? Harap dimaklumi traveler murah, wkwkwkwkwkwk). Nah, itulah masalahnya kebingungan mau keliling ke 3 pulau itu tapi si sok akrab berdua ini gak habis akal, kami berdua bertanya dengan pelancong lain yang berdasarkan insting kami mereka juga sama seperti kami alias backpackeran. Bermodal pasang muka tanpa malu jadilah saya dan si botak albert bergerilya mata untuk mendeteksi para backpacker. Ditanya dan mengobrol sebentar (tentunya meminta no HP untuk mudah dihubungi), ada 3 kelompok yang kami temui tetapi hanya satu yang bersedia kami ajak ngobrol nyambung (mungkin karena seusia gitu kali yah, heheehe) dan sepertinya mereka juga bersedia mengajak gabung namun belum ada kata deal. Kebetulan bertemu dengan kelompok yang satu ini di kedai makan nuansa lesehan sama-sama hendak isi perut, ouh ya saran saya agak mahal jika makanan dengan nuansa kedai/cafe seperti ini. Kami berdua pesan cah kangkung dan cumi goreng tepung, nasi 2 porsi plus teh tawar seharga Rp 85.000,- kalo makan nasi goreng yang ada dilapak-lapak warga yah sekitar Rp 25.000,-/porsi (silahkan bandingkan). Kita lanjut setelah habis makan kita bersepeda lagi menuju homestay, sesampai di homestay kami mandi dan beristirahat. Setelah bersih semua kami bercengkerama dan berkelakar tentunya masih kebingungan untuk keliling gugusan pulaunya, tidak berapa lama telpon si Albert berbunyi ternyata dari teman baru kenal yang janjian mau sewa speed boat. Ba bi bu si Albert sama teman baru itu telponan untuk kepastian berangkat besok dan deal kita jadi berangkat. Janjian setelah sholat ied Idul Fitri sekitaran pukul 09.00 wita. Dengan tertawa bahagia kami berdua backpacker “gembel” ini karena tujuannya sudah pasti, hahahhahahhaa. Ouh ya share biaya kami jadinya untuk sewa speed boat Rp 3.000.000,- dibagi 7 orang sekitaran Rp 430.000,-/orangnya. Setelah mendapat kepastian kami lanjut tidur tapi saya minta tidur duluan, jika Albert duluan alamat gak bakalan bisa tidur, ngoroknya itu lho sekuat halilintar (sering terjadi jika ngecamp di alam terbuka, wkwkwkwk. Saya gak bisa tidur gara-gara halilintar Albert keluar).
   Esok harinya, diiringi nuansa lebaran ala-ala pulau Derawan kami semangat unuk petualangan yang sudah ditunggu-tunggu. Persiapan sudah semua di tas, bergegaslah kami menghubungi rekan baru kenal kebetulan namanya si Tommy. Bertemu dengan rombongan mereka yang berjumlah 5 orang, dengan sapaan anak muda tos-tosan terlebih dahulu. Tak lupa kami mencari peralatan snorkling dan si Tommy memberitahukan bahwa ada tempat penyewaan alat snorkling termurah yaitu Rp 25.000,-/Hari, tetunya tidak melewatkan kesempatan donk,hehehehehe (rata-rata ditempat lain penyewaan alat snorkling Rp 50.000,-/hari). Tak berapa lama kami bercengkerama maka bergegaslah kami menuju dermaga tempat si pemilik Speed boat singgah, sekitar 5 menitan kami menunggu datanglah sebuah speed boat putih dengan dobel mesin. Tak menyia-nyiakan waktu kami semua naik ke Speed boat tersebut dengan muka yang sumringah semuanya.
  
Perjalanan menuju Pulau Maratua, Kakabn dan Sangalaki
Tujuan pertama kami yang diarahkan oleh pengendara speed boat adalah pulau Maratua, dipacunya pesawat air yang kami naiki ini. jeprat jepret oleh kami semua entah apa yang kami jeprat jepreti. Sekitar 1 jam perjalanan dari pulau Derawan ke pulau Maratua tibalah kita di dermaga Villa Water Resort Maratua. Mulailah kami bergerilya mencari spot-spot yang tersedia di Maratua ini, dan kami menghampiri pantai pasir Putih yang hamparanya sangat mengajak kita untuk mendekatinya. Tak mau lewatkan momen, kami semua mengeluarkan alat potret masing-masing. Jeprat jepret pun kembali beraksi tanpa terkecuali dari kami semua. Ada beberapa yang nyemplung dilaut tepian pantainya sambil mencari angle foto yang diinginkan tak ketinggalan saya yang memang “gila” mengabadikan momen. Sebenarnya Maratua menyediakan tempat snorkling dan Diving tapi tidak kami coba karena cukup berfoto ria saja, ada beberapa dari pengunjung grup lain yang snorkling. Setelah puas menikmati jeprat-jepret kami sepakat melanjutkan ke pulau sebelahnya yaitu Pulau Kakaban.
Pantai Maratua
   Perjalanan dari Pulau Maratua ke Pulau Kakaban ditempuh sekitar 15 menit saja, dengan masih semangat 45 kami semua bercanda ria dalam Speed boat yang mengantar kami. Tak lama si pengendara pesawat air ini menurunkan kecepatan laju boat yang kami naiki, ternyata kami sudah mendekati karang tempat berlabuhnya boat para pelancong, penuh hati-hati dan perlahan beliau mendekati bebatuan karang datar yang keras untuk menambatkan boatnya dengan memberi kami instruksi untuk turun. Saya bertanya ada apa disini karena sepengelihatan saya pengunjungnya gak terlalu rame. Dijawab oleh pengemudi boat didalam sana ada danau yang bisa kita lewati dengan 2 jalur, jalur pake bantuan anak tangga kayu menaiki tebing dan satunya lagi melewati goa yang menjadi penghubung mengalirnya air laut ke Danau ataupun sebaliknya. Sesampainya di lokasi danau tak mau berlama-lama lagi kami langsung nyemplung ke Danau yang berwarna biru, sangat sayang dibiarkan begitu saja. Dengan peralatan snorkling kami mulai berburu untuk melihat ikan-ikan kecil yang seolah mengajak kami bermain, berenang kesana kemari mengikuti ikan-ikan itu. Dan Saya termasuk pengunjung paling beruntung karena saya menemukan tumpukan karang kecil tempatnya Ikan Anemon hitam putih. Pokoe sueruuuuuuu bermain di danau ini kita bisa mengapung dan airnya yang tenang. 
Danau ikan di pulau Kakaban

Setelah puas berenang di danau ini kami bergegas ke boat untuk ke destinasi berikutnya yaitu Danau Ubur-ubur masih di Pulau Kakaban. Sang pengemudi boat memberi instruksi untuk segera bergegas naik ke boat untuk lanjutkan petualangan berikutnya. Tak lama sekitar 3 menitan boat di pacu sampailah kami di dermaga yang sudah banyak bertambat boat-boat pengunjung lain. Sebelum naik dermaga kamipun sesempatnya berenang dulu di laut yang sangat jernih dan tentunya ikan-ikan kecil diseputar karang yang sangat menggoda mata. Tak beberapa lama teman-teman mengajak untuk segera masuk naik ke dermaga, di ujung dermaga terlihat sebuah gerbang Selamat Datang Di Pulau Kakaban. Tak sah untuk tidak mengabadikan momen di gerbang ini sebagai tanda sudah pernah berkunjung ke Pulau ini. Masih semangat untuk melanjutkan petualangan ini, kamipun melanjutkan perjalanan menuju danau Ubur-ubur Kakaban, jalur perjalanannya makin membuat semangat (apa cobaaaa?) taraaaaaaa hutan basah yang pohonnya masih guede-guede yang bikin tenang jiwa rasanya ditambah lagi batu karang kering didalam hutan menambah eksotisnya perjalanan ini, bukan itu saja trayek yang safety dan nyaman membuat perjalanan ini super, hehehehehe. Sekitar 5 menit perjalanan tibalah di Danau yang sudah dipenuhi ratusan orang nyemplung mengapung dengan peralatan snorkling yang sudah terpasang semua. Sedikit ku percepat perjalanaku diantara teman-teman. Kembali kami disuguhi oleh hamparan air berwarna biru kehijauan dengan dikelilingi pohon-pohon menghijau. Danau yang sangat luas, POKOKNYAAAAAA INDAH BANGET DAHHHHHHHH... Diantara rombongan kami itu sayalah yang paling tak sabar untuk nyemplung, paling pertama mendekati dermaga kecil untuk melihat posisi yang tepat untuk terjun (peralatan snorkling sudah stand by begitu juga jaket pelampung/life jacket sudah ready)... Byurrrrrrrr dengan jipratan air Danau naik keatas karena ketimpa badanku yang sedikit berlemak dengan perut buncitku juga,wkwkwkwkwkwkwk. Penyesuaian sebentar dengan suasana Danau Air asin ini, tak berapa lama dengan kacamata snorkling dan selang pernapasan yang terpasang saya pun mulai bergerilya mencari sang Jelly Fish alias Ubur-ubur yang tak berbahaya, satu persatu saya temui selah-olah mereka mengajak berkenalan dan mendekati. Tak begitu lama saya menyelam ala-ala bebek (tau kan maksudnya renang ini ? ya, badan masih mengapung tapi kepala yang nyemplung ke air), saya sangat takjub dikerumuni ratusan Saudara baru berbadan kenyal-kenyal penghuni Danau air asin ini. Tak lama teman-teman saya panggil untuk segera nyemplung, satu persatu pun nyemplung, ketika semuanya sudah pada nyemplung (tentunya siap berburu menikmati indahnya pesona Danau Ubur-ubur ini), beragam aksi dan reaksi dari kami semua  menikmati ketakjuban ini yang mungkin jarang kita temui ditempat lain. Selfie, selfie, selfie dan selfie pun tak terelakkan, mulai dari jeprat-jepret sampai merekam saat berenangpun tak terelakkan. Hal yang paling membuat senang yaitu ubur-ubur ini sepertinya senang menyambut kerumunan orang-orang, sampai-sampai saya nemukan satu ubur-ubur yang tentakelnya terpotong tapi masih bisa bebas berenang dengan lincahnya, saya juluki Paijo, hehehehehe. Sahabat berenang saya di Danau Kakaban ini. Dari bercanda, tertawa, beragam aksi renang, foto bareng, rekam video dan tak ketinggalan selfie dari foto suasana danau sampai jeprat-jepret bareng Ubur-ubur. Pokonya satu kata : SERRRRRRRRRRRUUUUUUUUUUUUU. Kira-kira satu setengah jam kami menikmati suasana di Danau itu. Puas sepuas puasnya barulah kami mulai merapat ke dermaga, lumayan menguras tenaga juga lama-lama berendam tapi tak terasa saat berada di Danaunya. Setelah sepakat meninggalkan Danau Ubur-Ubur Kakaban kamipun bersiap-siap melanjutkan destinasti berikutnya yaitu Pulau Sangalaki.
Berenang bersama Ubur-ubur di P. Kakaban
   Perjalanan dari Pulau Kakaban ke Pulau Sangalaki tak memakan waktu lama, yah sekitar 10 menitan di perahu laju itu. Sampailah kita di pulau Sangalaki yang terkenal dengan Spot Snorkling dan Divingnya yang kueren banget dan disana juga ditemui penangkaran Penyu Hijau. Selain menyelam jadi kita bisa berselfie dengan Tukik-tukik yang lucu hasil penetasan oleh petugas yang disimpan dalam kolam yang disemen khusus untuk Tukik-tukik tersebut. Tapi ada yang menarik ketika mau merapat ke pantai pasirnya, sekitar 500 m speed boat harus berhati-hati karena sepanjang itu kita sudah memasuki area pasir datar berkarang disitu speed boat harus matikan mesin karena jika mesin tetap hidup maka mesin dapat merusak karang-karang itu tempat ikan-ikan kecil bermain. Setelah puas melihat-lihat dan bermain dengan Tukik-tukik kecil di penangkaran saya dan rombongan jeprat-jepret dipantainya yang emang keren banget, hamparan pasir putih yang disebelahnya terlihat pulau Kakaban dan air lautnya sebening embun jika jauh terlihat membiru samudera. 
Snorkling di P. Sangalaki

Tapi masih belum lengkap donk jika hanya seputaran itu saja, pulau sangalaki ada menyimpan satu keindahannya yaitu spot Diving dan snorklingnya yang keren banget. Selain itu jika beruntung kita akan ketemu sama Pari Manta dan penyu hijau disana bahkan kita juga dapat temukan kelompok lumba-lumba yang berenang diantara gugusan pulau Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Tapi sayang saat kami berkunjung tidak bertemu dengan Pari Manta, Penyu, dan Lumba-lumba karena menurut bapak yang jadi guide sekaligus driver boatnya bilang bulan-bulan juni sd agustus gelombang dan arus tergolong kuat dan tinggi. Biasanya bulan September sd Oktober atau Maret sd Mei arus bawah laut dan gelombang tidak terlalu kuat atau tidak tinggi. Meski demikian kami tetap takjub ketika snorkling, ikan-ikan kecil dan terumbu karangnya wuiiiiiiiihhhhhhhh kerennnnnnnnnnnn. Snorkling aja keren apalagi Diving kataku pada teman-teman. Kembali lagi saya yang beruntung ada lihat anak pari kecil Kira-kira berdiameter 20 cm di dasar pasir. Gak tahu jenis anak ikan pari apa dan sayangnya saya gak sempat abadiin tuh keberuntungan hehehe, saya katakan beruntung karena hanya saya yang dapat melihatnya dan yang lain kehilangan momen itu, anak Parinya mungkin udah kabur atau nyelinap di bawah karang dasar untuk melindungi diri. Sayang sekali kami hanya membawa alat snorkling saja beda halnya dengan Diving, bisa lebih dekat dengan Ikan-ikan maupun hewan dasar laut sangalaki. Setelah puas menikmati alam laut sangalaki kamipun bergegas ke speed boat yang sedari tadi setia menunggu, ayo kita pulang kata seorang teman (Tommy) dan semuanya naik diatas Boatnya. Maka kembalilah kita semua dengan perasaan yang sagat puas mengunjungi gugusan kepulauan Derawan (tak salah jika dijadikan tujuan destinasti wisata yang wajib dikunjungi). Sekembali ke homestay kami membersihkan diri masing-masing dan masih bisa menikmati sunset di Pulau Derawan yang sangat sayang untuk dilewatkan dan yan membuat kangen ingin kembali.
   Malampun tiba, kamipun tak lupa berburu oleh-oleh khas dari pulau (apa itu?) hehehehe, kerang yang dijual oleh warga Pulau derawan. Dan malam terakhir ini pun kami manfaatkan sepuasnya untuk mengenal lebih dekat dengan pulau derawan, kami berbincang dengan bapak Firdaus si penjual kerang-kerangan sampai tengah malam pukul 00.23 Wita dari pukul 20.00 Wita. Banyak informasi yang kami peroleh dari beliau ini, dari asal penduduk Pulau Derawan ini sampai pada makam misterius yang ada di Pulau ini, disebut Makam misterius oleh warga setempat karena tidak ada informasi mengenai siapa yang dimakamkan dan dari mana asal orang dimakam itu karena tidak ada menunjukkan informasi pada nisan ataupun sekitar makam uniknya salah satu makam di beri Nisan dua buah pahatan batu menyerupai bentuk 2 kepala kuda (arah bagian kepala besar dan bagian kakinya kecil) yang berukiran motif kasar khas sedangkan makam-makam lainnya hanyalah kayu balok berukir motif khas yang sama. 
makam tua di pulau Derawan

Banyak info yang kami dapat dari Bapak Firdaus tentang derawan dan sekitanya, waktupun makin larut kami bergegas pamit untuk istirahat di Homestay.  Sesampainya di Homestay saya packing beberapa pakaian yang ada dan bawaan lainnya (peralatan kamera dll), barulah beristirahat. Keesokan harinya pagi-pagi saya dan albert mengunjungi makam-makam yang diceritakan oleh pak Firdaus malam sebelumnya. Setelah puas melihat-lihat dan mengabadikan momen barulah kami siap-siap untuk pulang. Tak lupa Pamitan dengan pemilik Homestay, kamipun menunggu Speed boat yang akan menyeberang ke Dermaga Tanjung Batu. Sekitar kurang lebih setengah jam kami menunggu datanglah sebuah speed boat yang akan menyeberang, tentunya untuk terakhir kali kami berada di Pulau Derawan jeprat-jepret pun tak ketinggaan di Dermaga sebagai ucapan perpisahan.
   Inilah perjalanan saya dan sohib Albert, selain suka duka pun tak mau pergi menghiasi perjalanan Backapckeran pertama kali ini. pengalaman inilah yang membuatku bagaimana menemukan kotak kebahagiaan dari seorang Backpacker. Menikmati dengan cara kita sendiri dan menikmatinya tak perduli mewah atau pun tidak. Terkesan berbeda dari yang lain yang itu adalah cara menikmati Liburan Ala Backpacker, oh ya satu lagi tips dari saya yaitu memperkecil kemaluan alias memotong urat malu atau jangan malu-malu atau gengsi (tapi bukan malu-maluin. Heehheeeee). Kiranya inilah pengalaman saya selama berada di kepulauan Derawan, semoga tulisan saya ini bisa menjadi perbandingan untuk liburan sehemat mungkin di Derawan. Liburan murah itu tidak selamanya ngegembel, jangan takut untuk Backpackeran. itu pengalaman yang saya dapat dari perjalanan ini tentunya harus diperhitungkan matang dulu jangan nantinya menyulitkan kita dalam perjalanan. Okelah, sob tulisan ini masih banyak kekurangan dalam penyampaiannya mohon kasi masukan ya kiranya masukan dan saran sohib-sohib  sangat dibutuhkan. Selamat merencanakan Liburan ala sohib-sohib sendiri.
Pemandangan Laut di P. Maratua



Dermaga Maratua Dive Resort, P. Maratua
 
Pantai Pulau Sangalaki



Pulau Sangalaki, penangkaran Penyu Hijau


Snorkling di Danau Ikan di P. Kakaban
Berenang di Danau Ubur-ubur Pulau Kakaban
 
Snorkling Area di Pulau Derawan
P. Derawan dan resort diatas laut, menjelang sore





Salam Hangat dari saya “Jejak Setapak”
Ketika Backpackeran bersama Albert Venansius Si Botak dari Ambawang.

" JANGAN DIRUMAH TERUS, ALAM INDONESIA ITU INDAH "
" PANIK MARI PIKNIK "



#medio, 06-July-2016#











Tidak ada komentar:

Posting Komentar