Ke Derawan yuk?
Asik Bener lhoooo, murah lagi (ala kami).........
 |
| Gerbang selamat datang di pulau Derawan |
Mungkin nama
Derawan sudah sangat tidak asing lagi untuk dunia travelling. Ya, Derawan
sekarang sudah menjadi destinasi wisata Dunia. Disana menyajikan spot-spot
untuk snorkling ataupun Diving bagi para hobiis menyelam. Sajian karang tak
kalah dengan spot-pot penyelaman dibagian Indonesia Timur yang sudah terkenal
terlebih dulu, begitu juga variasi fauna laut yang ditawarkan bisa membuat kita
enggan untuk pulang jika sudah nyemplung ke lautnya. Bayangkan kita bisa
menemui ikan Pari manta, Hiu paus, atau juga Penyu Hijau. Untuk penyu hijau
bahkan berbagi tempat dengan penduduk pulau khususnya di pulau Derawan itu
sendiri, diujung pemukiman penduduk ada tempat yang dijadikan persinggahan para
penyu untuk menitipkan telur agar “dijaga” penduduk.
Selain biota
bawah laut yang membuat takjub di kepulauan ini juga banyak sekali
tempat-tempat indah untuk dikunjungi. Saya aja belum puas mengunjunginya dan
suatu hari nanti saya akan kembali lagi di kepulauan ini. Kepulauan ini sangat
rekomended untuk para traveller yang belum puas menemukan surga-surga di dunia
dan tentunya mungkin sebagian orang akan menemukan kotak bahagianya jika
mengunjungi tempat ini. saya bagi sedikit info tentang ketakjuban saya dengan
sajian keindahan kepulauan ini yang tak salah juga di jadikan destinasi wisata
yang wajib di kunjungi.
Let’s gooooooooo kita cerita...
 |
| Perjalanan menggunakan Speed dari Dermaga Tj. Batu ke Derawan |
Sewaktu
berkunjung ke Derawan kami memulai start di Balikpapan, nah via Balikpapan saya
bersama sohib “menggila” bareng kalo travelling bernama Albert. Kami berdua
terbang dengan pesawat Sriwijaya dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang
dulu kita kenal dengan Bandara Sepinggan ke Bandara Kalimarau di Tanjung Rejeb
Kabupaten Berau, dengan harga tiket pesawat
kala itu seharga Rp 448.000,- (gak nyampe 500 ribu, hehehe). Dari
bandara Kalimarau jika memungkinkan untuk terus lanjut ke dermaga penyeberangan
pulau Derawan di daerah Tanjung Batu, dengan perjalanan travel yang memang
banyak tersedia dan bersedia mengantar ke dermaga (dengan catatan kita harus
booking dulu untuk penjemputan di bandara agar lebih memudahkan) kebetulan saya
mempunyai rekan E. Perwose yang sudah pernah Backpackeran ke sana jadi saya di kasi no
telpon supir travel dan saya booking travel ke beliau saja dengan merogoh kocek
Rp 100.000,-. Bisa lebih murah lagi harganya tergantung nego dan kebetulan kami
berangkat pada saat liburan Idul Fitri 1437 H ditambah libur panjang anak
sekolah jadi termasuk High session, jika bukan hari libur biayanya sekitar Rp
75.000,- (ini no nya bisa dihubungi, silahkan saja 0821588662886/lupa namanya). Setelah menempuh
perjalanan normal 2,5 jam sampailah ke Dermaga Tanjung Batu, sesampainya disana
saya bernegosiasi dengan para speeders
yang memang berlabuh disana untuk menyeberang ke pulau Derawan, hasil
negosiasi saya jadilah satu orang Rp 75.000,- (mendapat informasi dari driver
bahwa harga normal emang segitu jadi coba nego jika mereka tawarkan harga
lebih), dengan lama diatas speed ± 25 menitan
(pas nya lupa cz keasikan takjub dengan indahnya laut biru jadi gak sempet
lirik jam tangan, hehehhee). Setelah disuguhi oleh pemandangan air aut yang
membiru sampailah kita di dermaga tujuan kita yaitu dermaga Pulau DERAWAN.
 |
| Di dermaga pulau Derawan |
Baru
saja turun dari Speed boat kita udah disuguhi pemandangan karang yang ada
disekitar bawah dermaga, berhubung arus bawah laut gak terlalu kuat jadi
ikan-ikan kecil berenang diseputaran karang nampak jelas (Gak sabaran mau
snorkling rasanya). Setibanya disana kami beraksi mencari informasi untuk
penginapan, semua penginapan atau resort pantai laut sudah penuh, jadilah kami
membidik Homestay rumah warga (sebenarnya emang tujuan utamanya mau nginap di
Homestay cz liburan ala backpacker, wkwkwkwkwk). Dapatlah Homestay dirumah
warga dengan harga Rp. 200.000,- tapi karena insting liburan “ngegembel” berkat
jago negosiasi jadilah Rp. 150.000,- tarifnya semalam (bukan jago nego tapi
efek liburan murah ala Backpacker, hehehehe).
Selama dua hari dua malam di Derawan, setengah hari pertama kami berpuas
ria mengelilingi pulau derawan yang penduduknya ramah-ramah. Tentunya untuk
lebih menambah nuansa liburan pantai berkeliling pulau kita bisa sewa
sepeda, jam dihargai Rp. 20.000,-
(mirip-mirip di bali atau lombok, hehehehe). Berhubung bermodal sok akrab, pemilik
penyewaan kami lobi jadi sekali sewa cuma bayar tarif reguler tapi kami pakai
seharian sepedanya untuk akses keliling (modalnya sok akrab aja itu tips nya). Ouh
ya, ada cerita kami dimalam pertama di pulau, karena kami backpackeran tidak
ikut travel agen maka kami harus mencari speed sendiri untuk mengelilingi
gugusan pulau lain esok harinya yang juga andalan yaitu Pulau Maratua, Kakaban,
dan Sangalaki (karena berdua kami sedikit keberatan untuk sewa speed boat yang
kami anggap mahal dikantong, Rp 1.500.000,- speed boat kecil dengan muatan 4-5
org dan Rp 3.000.000,- speed boat muatan 10-11 orang. Mahal kan jika untuk
berdua saja? Harap dimaklumi traveler murah, wkwkwkwkwkwk). Nah, itulah
masalahnya kebingungan mau keliling ke 3 pulau itu tapi si sok akrab berdua ini
gak habis akal, kami berdua bertanya dengan pelancong lain yang berdasarkan
insting kami mereka juga sama seperti kami alias backpackeran. Bermodal pasang
muka tanpa malu jadilah saya dan si botak albert bergerilya mata untuk
mendeteksi para backpacker. Ditanya dan mengobrol sebentar (tentunya meminta no
HP untuk mudah dihubungi), ada 3 kelompok yang kami temui tetapi hanya satu
yang bersedia kami ajak ngobrol nyambung (mungkin karena seusia gitu kali yah,
heheehe) dan sepertinya mereka juga bersedia mengajak gabung namun belum ada
kata deal. Kebetulan bertemu dengan kelompok yang satu ini di kedai makan
nuansa lesehan sama-sama hendak isi perut, ouh ya saran saya agak mahal jika
makanan dengan nuansa kedai/cafe seperti ini. Kami berdua pesan cah kangkung
dan cumi goreng tepung, nasi 2 porsi plus teh tawar seharga Rp 85.000,- kalo
makan nasi goreng yang ada dilapak-lapak warga yah sekitar Rp 25.000,-/porsi
(silahkan bandingkan). Kita lanjut setelah habis makan kita bersepeda lagi
menuju homestay, sesampai di homestay kami mandi dan beristirahat. Setelah
bersih semua kami bercengkerama dan berkelakar tentunya masih kebingungan untuk
keliling gugusan pulaunya, tidak berapa lama telpon si Albert berbunyi ternyata
dari teman baru kenal yang janjian mau sewa speed boat. Ba bi bu si Albert sama
teman baru itu telponan untuk kepastian berangkat besok dan deal kita jadi
berangkat. Janjian setelah sholat ied Idul Fitri sekitaran pukul 09.00 wita.
Dengan tertawa bahagia kami berdua backpacker “gembel” ini karena tujuannya
sudah pasti, hahahhahahhaa. Ouh ya share biaya kami jadinya untuk sewa speed
boat Rp 3.000.000,- dibagi 7 orang sekitaran Rp 430.000,-/orangnya. Setelah
mendapat kepastian kami lanjut tidur tapi saya minta tidur duluan, jika Albert
duluan alamat gak bakalan bisa tidur, ngoroknya itu lho sekuat halilintar
(sering terjadi jika ngecamp di alam terbuka, wkwkwkwk. Saya gak bisa tidur
gara-gara halilintar Albert keluar).
Esok harinya,
diiringi nuansa lebaran ala-ala pulau Derawan kami semangat unuk petualangan
yang sudah ditunggu-tunggu. Persiapan sudah semua di tas, bergegaslah kami
menghubungi rekan baru kenal kebetulan namanya si Tommy. Bertemu dengan
rombongan mereka yang berjumlah 5 orang, dengan sapaan anak muda tos-tosan terlebih
dahulu. Tak lupa kami mencari peralatan snorkling dan si Tommy memberitahukan
bahwa ada tempat penyewaan alat snorkling termurah yaitu Rp 25.000,-/Hari,
tetunya tidak melewatkan kesempatan donk,hehehehehe (rata-rata ditempat lain
penyewaan alat snorkling Rp 50.000,-/hari). Tak berapa lama kami bercengkerama
maka bergegaslah kami menuju dermaga tempat si pemilik Speed boat singgah,
sekitar 5 menitan kami menunggu datanglah sebuah speed boat putih dengan dobel
mesin. Tak menyia-nyiakan waktu kami semua naik ke Speed boat tersebut dengan
muka yang sumringah semuanya.
 |
| Perjalanan menuju Pulau Maratua, Kakabn dan Sangalaki |
|
Tujuan pertama
kami yang diarahkan oleh pengendara speed boat adalah pulau Maratua, dipacunya
pesawat air yang kami naiki ini. jeprat jepret oleh kami semua entah apa yang
kami jeprat jepreti. Sekitar 1 jam perjalanan dari pulau Derawan ke pulau
Maratua tibalah kita di dermaga Villa Water Resort Maratua. Mulailah kami
bergerilya mencari spot-spot yang tersedia di Maratua ini, dan kami menghampiri
pantai pasir Putih yang hamparanya sangat mengajak kita untuk mendekatinya. Tak
mau lewatkan momen, kami semua mengeluarkan alat potret masing-masing. Jeprat
jepret pun kembali beraksi tanpa terkecuali dari kami semua. Ada beberapa yang
nyemplung dilaut tepian pantainya sambil mencari angle foto yang diinginkan tak
ketinggalan saya yang memang “gila” mengabadikan momen. Sebenarnya Maratua
menyediakan tempat snorkling dan Diving tapi tidak kami coba karena cukup
berfoto ria saja, ada beberapa dari pengunjung grup lain yang snorkling.
Setelah puas menikmati jeprat-jepret kami sepakat melanjutkan ke pulau
sebelahnya yaitu Pulau Kakaban.
 |
| Pantai Maratua |
Perjalanan dari
Pulau Maratua ke Pulau Kakaban ditempuh sekitar 15 menit saja, dengan masih
semangat 45 kami semua bercanda ria dalam Speed boat yang mengantar kami. Tak
lama si pengendara pesawat air ini menurunkan kecepatan laju boat yang kami
naiki, ternyata kami sudah mendekati karang tempat berlabuhnya boat para
pelancong, penuh hati-hati dan perlahan beliau mendekati bebatuan karang datar
yang keras untuk menambatkan boatnya dengan memberi kami instruksi untuk turun.
Saya bertanya ada apa disini karena sepengelihatan saya pengunjungnya gak
terlalu rame. Dijawab oleh pengemudi boat didalam sana ada danau yang bisa kita
lewati dengan 2 jalur, jalur pake bantuan anak tangga kayu menaiki tebing dan
satunya lagi melewati goa yang menjadi penghubung mengalirnya air laut ke Danau
ataupun sebaliknya. Sesampainya di lokasi danau tak mau berlama-lama lagi kami
langsung nyemplung ke Danau yang berwarna biru, sangat sayang dibiarkan begitu
saja. Dengan peralatan snorkling kami mulai berburu untuk melihat ikan-ikan
kecil yang seolah mengajak kami bermain, berenang kesana kemari mengikuti
ikan-ikan itu. Dan Saya termasuk pengunjung paling beruntung karena saya menemukan
tumpukan karang kecil tempatnya Ikan Anemon hitam putih. Pokoe sueruuuuuuu
bermain di danau ini kita bisa mengapung dan airnya yang tenang.
 |
| Danau ikan di pulau Kakaban |
Setelah puas
berenang di danau ini kami bergegas ke boat untuk ke destinasi berikutnya yaitu
Danau Ubur-ubur masih di Pulau Kakaban. Sang pengemudi boat memberi instruksi
untuk segera bergegas naik ke boat untuk lanjutkan petualangan berikutnya. Tak
lama sekitar 3 menitan boat di pacu sampailah kami di dermaga yang sudah banyak
bertambat boat-boat pengunjung lain. Sebelum naik dermaga kamipun sesempatnya
berenang dulu di laut yang sangat jernih dan tentunya ikan-ikan kecil diseputar
karang yang sangat menggoda mata. Tak beberapa lama teman-teman mengajak untuk
segera masuk naik ke dermaga, di ujung dermaga terlihat sebuah gerbang Selamat
Datang Di Pulau Kakaban. Tak sah untuk tidak mengabadikan momen di gerbang ini
sebagai tanda sudah pernah berkunjung ke Pulau ini. Masih semangat untuk
melanjutkan petualangan ini, kamipun melanjutkan perjalanan menuju danau
Ubur-ubur Kakaban, jalur perjalanannya makin membuat semangat (apa cobaaaa?)
taraaaaaaa hutan basah yang pohonnya masih guede-guede yang bikin tenang jiwa
rasanya ditambah lagi batu karang kering didalam hutan menambah eksotisnya
perjalanan ini, bukan itu saja trayek yang safety dan nyaman membuat perjalanan
ini super, hehehehehe. Sekitar 5 menit perjalanan tibalah di Danau yang sudah
dipenuhi ratusan orang nyemplung mengapung dengan peralatan snorkling yang
sudah terpasang semua. Sedikit ku percepat perjalanaku diantara teman-teman.
Kembali kami disuguhi oleh hamparan air berwarna biru kehijauan dengan
dikelilingi pohon-pohon menghijau. Danau yang sangat luas, POKOKNYAAAAAA INDAH
BANGET DAHHHHHHHH... Diantara rombongan kami itu sayalah yang paling tak sabar
untuk nyemplung, paling pertama mendekati dermaga kecil untuk melihat posisi
yang tepat untuk terjun (peralatan snorkling sudah stand by begitu juga jaket
pelampung/life jacket sudah ready)... Byurrrrrrrr dengan jipratan air Danau naik keatas
karena ketimpa badanku yang sedikit berlemak dengan perut buncitku
juga,wkwkwkwkwkwkwk. Penyesuaian sebentar dengan suasana Danau Air asin ini,
tak berapa lama dengan kacamata snorkling dan selang pernapasan yang terpasang
saya pun mulai bergerilya mencari sang Jelly Fish alias Ubur-ubur yang tak berbahaya,
satu persatu saya temui selah-olah mereka mengajak berkenalan dan mendekati.
Tak begitu lama saya menyelam ala-ala bebek (tau kan maksudnya renang ini ? ya,
badan masih mengapung tapi kepala yang nyemplung ke air), saya sangat takjub
dikerumuni ratusan Saudara baru berbadan kenyal-kenyal penghuni Danau air asin
ini. Tak lama teman-teman saya panggil untuk segera nyemplung, satu persatu pun
nyemplung, ketika semuanya sudah pada nyemplung (tentunya siap berburu
menikmati indahnya pesona Danau Ubur-ubur ini), beragam aksi dan reaksi dari
kami semua menikmati ketakjuban ini yang
mungkin jarang kita temui ditempat lain. Selfie, selfie, selfie dan selfie pun tak
terelakkan, mulai dari jeprat-jepret sampai merekam saat berenangpun tak
terelakkan. Hal yang paling membuat senang yaitu ubur-ubur ini sepertinya
senang menyambut kerumunan orang-orang, sampai-sampai saya nemukan satu
ubur-ubur yang tentakelnya terpotong tapi masih bisa bebas berenang dengan
lincahnya, saya juluki Paijo, hehehehehe. Sahabat berenang saya di Danau
Kakaban ini. Dari bercanda, tertawa, beragam aksi renang, foto bareng, rekam
video dan tak ketinggalan selfie dari foto suasana danau sampai jeprat-jepret
bareng Ubur-ubur. Pokonya satu kata : SERRRRRRRRRRRUUUUUUUUUUUUU. Kira-kira
satu setengah jam kami menikmati suasana di Danau itu. Puas sepuas puasnya
barulah kami mulai merapat ke dermaga, lumayan menguras tenaga juga lama-lama
berendam tapi tak terasa saat berada di Danaunya. Setelah sepakat meninggalkan
Danau Ubur-Ubur Kakaban kamipun bersiap-siap melanjutkan destinasti berikutnya
yaitu Pulau Sangalaki.
 |
| Berenang bersama Ubur-ubur di P. Kakaban |
Perjalanan dari
Pulau Kakaban ke Pulau Sangalaki tak memakan waktu lama, yah sekitar 10 menitan
di perahu laju itu. Sampailah kita di pulau Sangalaki yang terkenal dengan Spot
Snorkling dan Divingnya yang kueren banget dan disana juga ditemui penangkaran
Penyu Hijau. Selain menyelam jadi kita bisa berselfie dengan Tukik-tukik yang
lucu hasil penetasan oleh petugas yang disimpan dalam kolam yang disemen khusus
untuk Tukik-tukik tersebut. Tapi ada yang menarik ketika mau merapat ke pantai
pasirnya, sekitar 500 m speed boat harus berhati-hati karena sepanjang itu kita
sudah memasuki area pasir datar berkarang disitu speed boat harus matikan mesin
karena jika mesin tetap hidup maka mesin dapat merusak karang-karang itu tempat
ikan-ikan kecil bermain. Setelah puas melihat-lihat dan bermain dengan
Tukik-tukik kecil di penangkaran saya dan rombongan jeprat-jepret dipantainya
yang emang keren banget, hamparan pasir putih yang disebelahnya terlihat pulau
Kakaban dan air lautnya sebening embun jika jauh terlihat membiru samudera.
 |
| Snorkling di P. Sangalaki |
Tapi masih belum lengkap donk jika hanya seputaran itu saja, pulau sangalaki
ada menyimpan satu keindahannya yaitu spot Diving dan snorklingnya yang keren
banget. Selain itu jika beruntung kita akan ketemu sama Pari Manta dan penyu
hijau disana bahkan kita juga dapat temukan kelompok lumba-lumba yang berenang
diantara gugusan pulau Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Tapi sayang saat kami
berkunjung tidak bertemu dengan Pari Manta, Penyu, dan Lumba-lumba karena
menurut bapak yang jadi guide sekaligus driver boatnya bilang bulan-bulan juni
sd agustus gelombang dan arus tergolong kuat dan tinggi. Biasanya bulan
September sd Oktober atau Maret sd Mei arus bawah laut dan gelombang tidak
terlalu kuat atau tidak tinggi. Meski demikian kami tetap takjub ketika
snorkling, ikan-ikan kecil dan terumbu karangnya wuiiiiiiiihhhhhhhh
kerennnnnnnnnnnn. Snorkling aja keren apalagi Diving kataku pada teman-teman.
Kembali lagi saya yang beruntung ada lihat anak pari kecil Kira-kira
berdiameter 20 cm di dasar pasir. Gak tahu jenis anak ikan pari apa dan
sayangnya saya gak sempat abadiin tuh keberuntungan hehehe, saya katakan
beruntung karena hanya saya yang dapat melihatnya dan yang lain kehilangan momen
itu, anak Parinya mungkin udah kabur atau nyelinap di bawah karang dasar untuk
melindungi diri. Sayang sekali kami hanya membawa alat snorkling saja beda
halnya dengan Diving, bisa lebih dekat dengan Ikan-ikan maupun hewan dasar laut
sangalaki. Setelah puas menikmati alam laut sangalaki kamipun bergegas ke speed
boat yang sedari tadi setia menunggu, ayo kita pulang kata seorang teman
(Tommy) dan semuanya naik diatas Boatnya. Maka kembalilah kita semua dengan
perasaan yang sagat puas mengunjungi gugusan kepulauan Derawan (tak salah jika
dijadikan tujuan destinasti wisata yang wajib dikunjungi). Sekembali ke
homestay kami membersihkan diri masing-masing dan masih bisa menikmati sunset
di Pulau Derawan yang sangat sayang untuk dilewatkan dan yan membuat kangen
ingin kembali.
Malampun tiba,
kamipun tak lupa berburu oleh-oleh khas dari pulau (apa itu?) hehehehe, kerang
yang dijual oleh warga Pulau derawan. Dan malam terakhir ini pun kami
manfaatkan sepuasnya untuk mengenal lebih dekat dengan pulau derawan, kami
berbincang dengan bapak Firdaus si penjual kerang-kerangan sampai tengah malam
pukul 00.23 Wita dari pukul 20.00 Wita. Banyak informasi yang kami peroleh dari
beliau ini, dari asal penduduk Pulau Derawan ini sampai pada makam misterius
yang ada di Pulau ini, disebut Makam misterius oleh warga setempat karena tidak
ada informasi mengenai siapa yang dimakamkan dan dari mana asal orang dimakam
itu karena tidak ada menunjukkan informasi pada nisan ataupun sekitar makam
uniknya salah satu makam di beri Nisan dua buah pahatan batu menyerupai bentuk
2 kepala kuda (arah bagian kepala besar dan bagian kakinya kecil) yang
berukiran motif kasar khas sedangkan makam-makam lainnya hanyalah kayu balok
berukir motif khas yang sama.
 |
| makam tua di pulau Derawan |
Banyak info yang kami dapat dari Bapak Firdaus
tentang derawan dan sekitanya, waktupun makin larut kami bergegas pamit untuk
istirahat di Homestay. Sesampainya di
Homestay saya packing beberapa pakaian yang ada dan bawaan lainnya (peralatan
kamera dll), barulah beristirahat. Keesokan harinya pagi-pagi saya dan albert
mengunjungi makam-makam yang diceritakan oleh pak Firdaus malam sebelumnya. Setelah
puas melihat-lihat dan mengabadikan momen barulah kami siap-siap untuk pulang.
Tak lupa Pamitan dengan pemilik Homestay, kamipun menunggu Speed boat yang akan
menyeberang ke Dermaga Tanjung Batu. Sekitar kurang lebih setengah jam kami
menunggu datanglah sebuah speed boat yang akan menyeberang, tentunya untuk
terakhir kali kami berada di Pulau Derawan jeprat-jepret pun tak ketinggaan di
Dermaga sebagai ucapan perpisahan.
 |
| Pulau Sangalaki, penangkaran Penyu Hijau |
Salam Hangat
dari saya “Jejak Setapak”
Ketika Backpackeran bersama Albert Venansius Si Botak dari Ambawang.
" JANGAN DIRUMAH TERUS, ALAM INDONESIA ITU INDAH "
" PANIK MARI PIKNIK "
#medio, 06-July-2016#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar